Saat ini, PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung sekitar 1.990 megavolt ampere (MVA). Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem Jawa-Madura-Bali (JAMALI), terutama Jakarta Raya, Jawa Barat, dan Banten.
Pengembangan pusat data mulai bergerak ke wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi tersebut membuat kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan menjadi bagian penting dalam mendukung ekspansi industri data center.
Menurut Nayusrizal, besarnya pertumbuhan kebutuhan listrik sektor data center membutuhkan kesiapan jaringan, gardu induk, hingga sistem pembangkitan. Penguatan seluruh rantai pasokan tersebut memerlukan perencanaan pasokan yang dilakukan secara terintegrasi.
Selain pasokan listrik, operator data center juga membutuhkan keandalan jaringan, kecepatan koneksi, kepastian komersial, serta akses terhadap energi hijau. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi dan pengembangan pusat data.