Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman menjelaskan, penguatan ekosistem kerja tersebut sejalan dengan transformasi Human Capital Journey PLN 2026–2030 yang mengedepankan pendekatan berorientasi pada pekerja (employee-centric), didukung teknologi digital (digitally enabled), serta mengutamakan kepatuhan dan keberlanjutan.
“Transformasi Human Capital Journey PLN 2026–2030 tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas pekerja, tetapi juga memastikan setiap insan dalam ekosistem PLN mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak-haknya. Melalui pendekatan yang berorientasi pada pekerja, didukung pemanfaatan teknologi digital, serta tata kelola yang kuat, kami ingin membangun ekosistem kerja yang semakin inklusif, patuh, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui transformasi tersebut, PLN terus memperkuat pengelolaan Human Capital secara terintegrasi, termasuk melalui optimalisasi data kepesertaan dan pemantauan kepatuhan jaminan sosial. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya membangun organisasi dan ekosistem operasional yang semakin produktif, sehingga dapat mendukung keberlangsungan layanan kelistrikan bagi masyarakat.
"Capaian Satya JKN Awards 2026 semakin memotivasi PLN untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berdaya dukung terhadap peningkatan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan," tutup Nurlely.