Penggenangan dapat dilaksanakan setelah seluruh persoalan administrasi diselesaikan, termasuk kewajiban kepada Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH dan Kementerian Kehutanan.

Penyelesaian tersebut dikawal bersama oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Kehutanan, dan Kejaksaan Agung, sebagai wujud dukungan lintas kementerian/lembaga terhadap ketahanan energi dalam Asta Cita Presiden.

PLTA Batang Toru juga diandalkan karena pasokan airnya stabil. Hulu sungainya terhubung dengan Danau Toba, sehingga di tengah kondisi El Nino, sumber airnya dinilai lebih dari cukup dibandingkan PLTA lain

Yuliot memastikan sebagian besar pekerja proyek merupakan tenaga lokal, dan peralatan dalam negeri dimanfaatkan sejauh memungkinkan. Dengan dimulainya penggenangan, PLTA Batang Toru selangkah lagi menjadi penopang baru kelistrikan Sumatera Utara, memperkuat keandalan sistem sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.