Takaichi lebih lanjut mengatakan bahwa era stabil setelah Perang Dingin sudah menjadi masa lalu. Namun, menurutnya, belum pernah ada masa ketika PBB lebih penting dalam membawa perdamaian dan stabilitas bagi dunia.

Sementara itu, bagi masyarakat Jepang, perhatian terhadap pidato perdana menteri tersebut terfokus pada bagaimana dirinya akan merespons sanksi Amerika Serikat terhadap Tomoko Akane, warga negara Jepang yang menjabat sebagai presiden ICC.

Washington memandang pengadilan yang berkedudukan di Den Haag itu sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara.