Apa yang bermula sebagai demonstrasi damai berubah menjadi kekerasan di sejumlah lokasi. Kelompok-kelompok bertopeng yang menyusup ke dalam aksi protes menyerang aparat penegak hukum, membobol dan membakar balai kota serta bangunan publik lainnya, menjarah toko-toko, serta membakar mobil, sepeda, dan skuter di jalanan.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengajukan pengunduran dirinya, menyusul penangkapan lebih dari 2.500 orang dan cederanya hampir 1.000 personel aparat keamanan. Para pengunjuk rasa pun turut menjadi korban, salah satu demonstran kehilangan tangannya akibat ledakan granat pengendali massa milik polisi.
"Pada hari Sabtu, di beberapa kota besar, kita tidak mungkin bisa menatap mata para pemilik toko-setelah ratusan toko mereka dijarah-lalu mengatakan bahwa kita tidak kehilangan kendali," ujar Nunez.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Nunez, meskipun ia mengakui adanya kegagalan dalam aspek keamanan dan intelijen terkait respons pemerintah, padahal sekitar 60.000 personel penegak hukum telah dikerahkan di seluruh negeri.
Menteri Kehakiman Gerald Darmanin mengatakan bahwa secara nasional, lebih dari 2.330 orang ditahan oleh polisi selama akhir pekan. Sebanyak 70% di antaranya adalah orang dewasa, dan banyak dari mereka telah dikenal oleh pihak berwenang.
Menurut ketua kamar dagang Alain Di Crescenzo, lebih dari 2.000 toko diperkirakan terdampak oleh kekerasan yang terjadi di seluruh Prancis selama akhir pekan, dengan kerugian mencapai ratusan juta euro.