Dalam pidatonya kepada warga Prancis, Macron mengecam kekerasan yang tak terkendali tersebut. Ia menyatakan bahwa otoritas lokal dapat melarang sejumlah unjuk rasa, namun tidak sampai menerapkan langkah-langkah yang lebih drastis.

Otoritas kota Marseille pada Senin (19/10), mengumumkan pelarangan pertemuan publik mulai tengah hari hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Uni Eropa mengecam kekerasan yang terjadi selama akhir pekan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, namun mengingatkan bahwa hak untuk melakukan protes secara damai harus tetap dilindungi di Prancis.

Jerman mengutuk kekerasan tersebut dan memperbarui imbauan perjalanan untuk Prancis, dengan menyatakan bahwa unjuk rasa lanjutan dan dalam beberapa kasus, potensi pecahnya kekerasan lebih lanjut, tidak dapat dikesampingkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara Inggris, menyatakan bahwa hak untuk berunjuk rasa sama sekali tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan.