Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten, seperti sarapan lima kali atau lebih dalam seminggu, tidur setidaknya enam jam setiap malam, berolahraga selama 20 menit atau lebih setiap hari, hingga mengonsumsi minyak ikan setiap hari, berkaitan dengan peningkatan fleksibilitas psikologis dan ketahanan mental.
Lina Begdache, PhD, profesor studi kesehatan dan kebugaran sekaligus penulis utama penelitian tersebut mencontohkan seseorang yang tetap tenang saat berada di bawah tekanan. Misalnya, orang yang ketinggalan pesawat dan bukannya panik, justru mampu menyesuaikan diri dengan situasi secara tenang.
βOrang tersebut mungkin tetap merasa stres, tetapi lebih mampu mengelolanya berkat fleksibilitas psikologis,β kata Lina Begdache.
Sebaliknya, orang dengan fleksibilitas psikologis rendah dikaitkan dengan kebiasaan yang lebih merugikan, seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji dan kurang tidur. Ketika mengalami stres, kata Begdache, merasa seolah-olah menyatu dengan stres tersebut.
βKita seakan-akan menjalani stres itu sepenuhnya. Namun, fleksibilitas psikologis ibarat mengambil langkah mundur dan berpikir, βsaya merasakan ini karena hal tersebut. Apa yang bisa saya lakukan?β. Mengenali emosi terkadang membantu kita menemukan solusi atas emosi yang dirasakan,β kata Begdache.