Meski demikian, Polda Jatim tetap melakukan backup dengan menyisir wilayah perairan Sumenep. Langkah itu dilakukan karena lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 berdekatan dengan wilayah Kabupaten Sumenep.
Arman menyebut empat kapal dikerahkan bersama 30 personel untuk melakukan patroli dan penyisiran. Mereka mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang terbawa arus hingga masuk wilayah perairan Sumenep.
"Kami mengerahkan 4 kapal sebanyak 30 personel di situ untuk memastikan apabila ditemukannya korban, baik yang ditemukan oleh nelayan Sumenep maupun kapal yang sementara berlayar dari Banjarmasin ke Surabaya ataupun korban yang di mana terdampak di wilayah Kabupaten Sumenep khususnya pulau-pulau yang ada di wilayah Sumenep. Di situ ada Kangean, kemudian yang mengarah ke Masalembo, dan sebagainya. Kita mengantisipasi dengan mengerahkan 4 kapal KPC tipe C3," imbuhnya.
Arman berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polair, Basarnas, serta unsur maritim di wilayah Kalimantan Selatan dapat berjalan maksimal. Dengan begitu, korban yang ditemukan dapat segera dievakuasi dan pencarian terhadap korban yang masih hilang bisa terus dilakukan.
"Untuk penyelidikan daripada dugaan penyebab daripada tenggelamnya kapal ini dilakukan oleh dari Banjarmasin. Tapi, secara terus-menerus ya, kita melaksanakan kegiatan patroli karena Polair mempunyai tanggung jawab memastikan harkamtibmas di wilayah perairan, melaksanakan kegiatan patroli di wilayah Sumenep khususnya dan umumnya wilayah perairan yang berada di wilayah hukum Polda Jatim," tutur eks Kapolresta Banyuwangi itu.