"Polri hadir untuk mengawal agar distribusi pangan berjalan sehat. Kami juga mengedepankan langkah persuasif dan pembinaan, namun apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, tentu akan dilakukan tindakan sesuai aturan," tegasnya.

Ariasandy menambahkan, pengawasan pangan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok yang setiap hari hadir di meja makan keluarga, sehingga stabilitas harga dan kualitasnya menjadi perhatian bersama.

"Yang kami jaga bukan hanya angka di label harga, tetapi juga ketenangan masyarakat. Masyarakat harus merasa yakin bahwa beras tersedia, mutunya baik, dan harganya tidak memberatkan. Karena itu, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Polda Bali akan terus hadir di lapangan," tambahnya.

Polda Bali mengimbau para distributor, pedagang, dan pelaku usaha pangan untuk menjalankan kegiatan perdagangan secara sehat, transparan, serta mematuhi ketentuan mengenai harga dan mutu beras.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan menjadi bagian dari pengawasan dengan membeli beras sesuai kebutuhan dan melaporkan apabila menemukan dugaan praktik perdagangan yang merugikan konsumen.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dari distributor hingga pasar, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Polda Bali menegaskan komitmennya untuk menjaga ekosistem pangan tetap sehat, distribusi tetap lancar, harga tetap terkendali, serta kebutuhan pokok masyarakat Bali tetap tersedia.