"Saat ini, para oknum yang diamankan masih dalam proses pendalaman serta pemeriksaan intensif oleh Ditreskrimum Polda DIY. Salah satu oknum yang diamankan terbukti tertangkap tangan kedapatan membawa senjata tajam di lokasi aksi," ucap Ihsan.

Dia menegaskan kepolisian berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dan prosedural terhadap para pelaku tindakan anarkis dan pelanggar hukum.

Ihsan menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa malam itu. Beberapa petugas namun mengalami luka-luka akibat terkena lemparan material berbahaya. Mereka sudah ditangani secara medis.

Polisi pun memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Malioboro, Gedung DPRD DIY, serta wilayah Yogyakarta secara umum pada hari Kamis ini telah sepenuhnya kondusif.

Ihsan mengapresiasi seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta para wisatawan yang tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh dinamika gesekan kemarin. Termasuk, kepada para mahasiswa, akademisi, dan elemen pemuda yang menyuarakan aspirasi secara damai dan tertib.

"Kami pastikan hari ini seluruh aktivitas pariwisata di Malioboro, roda ekonomi masyarakat, serta mobilitas warga di Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan dengan normal, aman, dan nyaman. Personel Polri tetap bersiaga melakukan pelayanan publik untuk menjamin rasa aman di tengah masyarakat," ujar Ihsan.

Aksi unjuk rasa kemarin diikuti beberapa kelompok atau elemen masyarakat. Salah satunya adalah Aliansi Jogja Memanggil (AJM) di kawasan Titik Nol Kilometer.