Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, petugas menangkap empat tersangka tambahan sehingga total tersangka yang diamankan mencapai lima orang.
Hengki menjelaskan para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari pembeli, peracik, hingga pengantar dan koordinator pengiriman obat sesuai pesanan.
“Kami masih mendalami keterlibatan masing-masing tersangka dalam jaringan produksi dan distribusi obat keras ilegal tersebut,” katanya.
Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita bahan baku obat dalam jumlah berton-ton yang disimpan di puluhan drum, mesin cetak dan pemanas, puluhan unit telepon seluler, laptop berisi data penjualan, serta buku rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas bisnis ilegal tersebut.