Hengki mengatakan, berdasarkan peralatan yang ditemukan, fasilitas tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 8 juta butir obat per hari.

Ia menambahkan ketersediaan bahan baku yang ditemukan di lokasi diperkirakan dapat menghasilkan hingga 256 juta butir obat jenis Hexymer dan Tramadol.

β€œKalau melihat alat-alat yang ada, pabrik ini bisa mencetak sampai 8 juta butir per hari. Distribusinya tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga mengincar pasar luar daerah seperti Jakarta,” katanya.