Menurutnya, Provinsi Jatim sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional dengan ratusan kawasan industri dan ribuan perusahaan manufaktur terus menunjukkan kinerja investasi yang positif.

Atas dasar itulah, lanjut Edi, Polda Jatim melalui Proyek Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Kementerian Hukum Angkatan XIV Tahun 2026 yang digagasnya mulai menginisiasi program bertajuk 'Posko Siaga Industri'. Menurutnya, hal tersebut sebagai salah satu strategi deteksi dini pencegahan premanisme pada objek vital kawasan industri di Jatim.

"Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi premanisme dan aktivitas organisasi kemasyarakatan yang berpotensi mengganggu iklim investasi di kawasan industri Jatim," bebernya.

Sebagai tahapan awal rancangan proyek, Edi bersama tim efektif yang beranggotakan personel Polda Jatim mulai melaksanakan rapat internal guna menyusun arah kebijakan dan strategi implementasi proyek perubahan.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, akademisi, praktisi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, termasuk Pemuda Pancasila, untuk memberikan masukan terhadap konsep deteksi dini yang akan diterapkan.

"Kami melakukan pemetaan (mapping) terhadap kawasan industri yang dinilai memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas. 2 kawasan yang menjadi prioritas pemetaan adalah PT Surabaya Industrial Estate Rungkut diterapkan. Dalam pelaksanaannya, tim juga melakukan pemetaan (mapping) terhadap kawasan industri yang dinilai memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas," imbuhnya.

Edi menilai, 2 kawasan itu menjadi prioritas pemetaan, diantaranya PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik. Pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan pola pengamanan berbasis deteksi dini serta mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.