NADIKABAR.COM — Polda Jawa Timur menggagas program Posko Siaga Industri untuk mencegah aksi premanisme dan berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan industri. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat deteksi dini sekaligus menjaga iklim investasi di Jatim.
Kasubdit II Ditintelkam Polda Jatim AKBP Edi Hartono mengatakan, langkah tersebut penting mengingat tingginya aktivitas investasi di Jatim. Pada semester I 2026, realisasi investasi di Jatim tercatat sekitar Rp 72,7 triliun.
Jatim juga masuk tiga besar nasional sebagai daerah tujuan investasi dengan lebih dari 87 ribu proyek investasi yang mampu menyerap sekitar 135 ribu tenaga kerja.
Namun, tingginya aktivitas investasi juga diikuti sejumlah tantangan keamanan. Di antaranya praktik premanisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan, pungutan liar, intimidasi terhadap pelaku usaha, penguasaan lahan parkir dan jasa pengamanan secara ilegal, hingga pemalangan akses perusahaan.
Selain itu, konflik ketenagakerjaan yang berkembang menjadi gangguan keamanan serta aksi unjuk rasa yang tidak kondusif juga menjadi perhatian.
"Kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menurunkan kepercayaan investor, serta menghambat pertumbuhan ekonomi daerah apabila tidak diantisipasi melalui strategi deteksi dini yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan," kata Edi dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Polisi dengan 2 melati di pundaknya itu menjelaskan, program yang digagas itu dinilai selaras dengan visi misi Pemerintah Republik Indonesia melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan penguatan ketahanan ekonomi, peningkatan investasi, hilirisasi industri, serta kepastian hukum dan keamanan sebagai agenda prioritas pembangunan nasional.