NADIKABAR.COM β€” Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap dugaan penipuan dan penggelapan 185 ton gula dari tiga pabrik gula di Jember, Lumajang, dan Kediri dengan kerugian korban ditaksir mencapai Rp3 miliar.

β€œPara pelaku memanfaatkan pencarian armada angkutan melalui media sosial dan aplikasi daring, serta memanipulasi nomor kontak pengemudi sehingga komunikasi terlihat seolah berjalan normal,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast di Surabaya, Jumat.

Jules mengatakan pengalihan muatan terjadi pada 27 September hingga 2 Oktober 2026. Para pelaku diduga mengubah alamat pembongkaran yang tercantum dalam surat jalan atau delivery order (DO).

β€œNomor kontak pengemudi asli diganti menggunakan nomor virtual. Pihak yang memesan pengiriman mengira berkomunikasi dengan pengemudi asli, padahal justru diarahkan oleh pelaku untuk membongkar muatan di lokasi lain,” kata Jules.

Dalam kasus pertama di Pabrik Gula Semboro, Jember, pada 27–28 September 2026, sebanyak 110 ton gula dialihkan ke sebuah gudang di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

RK diduga berperan sebagai pengendali jaringan dengan mencari informasi muatan melalui Facebook dan menyewa armada melalui aplikasi Link.id. Sementara itu, RBI diduga membantu menyediakan nomor virtual dan mencari pembeli di wilayah Sidoarjo.