NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya mengaku masih mengumpulkan informasi untuk mengungkap dugaan keterlibatan mahasiswa bayaran di agenda peringatan Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk mengungkap kronologi hingga akhirnya mahasiswa dimaksud bisa berada di lokasi acara dengan almamater kampus.
"Makanya, ini audit, investigasi, didalami, kenapa mahasiswa bayaran tadi dalam tanda kutip bisa berada di situ menggunakan jas almamater," kata Budi, Rabu (4/11).
Ia menyebut kepolisian maupun penyelenggara acara tidak menginginkan ada mahasiswa sewaan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, acara peringatan Sumpah Pemuda seyogianya tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, melainkan juga dapat diikuti seluruh kalangan pemuda.
"Pasti kita akan, saya kasih buktinya, ada penyanyi yang dari Ambon, ada FBR. Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan," ujarnya.
Saat ditanya mengenai keterlibatan pihak kepolisian dalam penyelenggaraan acara, ia memastikan kegiatan tersebut memiliki event organizer (EO) tersendiri.