"Pada kesempatan kali ini, saya Sari Putri, saya memohon maaf kepada seluruh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) atas polemik yang terjadi terkait penggunaan almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI," kata Sari dalam video tersebut seperti dikutip Minggu (1/11).

Kemudian, Bayu Setiadi alias Dino juga menyampaikan permintaan maaf karena mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) saat aksi. Ia mengaku dirinya bukan merupakan mahasiswa dari kampus tersebut dan mengikuti aksi karena dibayar.

"Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara. Saya mengikuti acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2006 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," ucap Dino pada akun Instagram @bem_undira pada Jumat (30/10).

Polda Metro Jaya sebelumnya juga mengungkapkan permintaan maaf atas pemberitaan yang beredar hingga menjadi perhatian masyarakat terkait deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10).

"Saudara Raffi Ahmad dan saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," sambungnya.