"Ya pastinya ada EO sendiri lah, enggak mungkin kita lah ngurusin," ucap Budi.

Lebih lanjut, ia menambahkan hasil investigasi terkait keterlibatan dugaan mahasiswa bayaran itu akan disampaikan secara komprehensif setelah seluruh proses pendalaman selesai. Kata dia, pihak yang terbukti bertanggung jawab atas dugaan tersebut juga akan dikenai sanksi.

"Setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya," ungkapnya.

Sebelumnya, tiga peserta yang mengikuti deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada Kamis (29/10) meminta maaf terkait penggunaan almamater kampus dan pengakuan sebagai mahasiswa.

Vrisma Nurhaliza, salah satu dari peserta tersebut menyampaikan permintaan maafnya melalui akun instagram resmi @keluargamahasiswautjkt pada Senin (2/11). Ia mengaku bukan mahasiswa Universitas Terbuka seperti almamater yang digunakannya pada aksi tersebut.

"Pada kesempatan kali ini, saya Vrisma Nurhaliza meminta maaf kepada seluruh mahasiswa dan kampus Universitas Terbuka atas situasi yang terjadi terkait penggunaan almamater berlogo Universitas Terbuka pada kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI tanggal 29 Oktober 2026. Dengan ini, saya menegaskan bahwa saya bukan bagian dari mahasiswa Universitas Terbuka," ucap Vrisma.

Selain Vrisma, Sari Putri, perempuan yang memakai almamater berlogo Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) ini juga turut meminta maaf melalui unggahan video pada akun Instagram @kbm_ubsi.dws.