NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal rangkaian kegiatan penyampaian pendapat pada Kamis guna memastikan kebebasan berdemokrasi berjalan beriringan dengan kenyamanan aktivitas warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan kepolisian memandang penyampaian pendapat sebagai hak warga negara yang harus dihormati, difasilitasi, dan dilayani dengan baik.

"Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab," kata Budi di Jakarta, Kamis.

Selain melayani para peserta aksi, dia menekankan komitmen kepolisian untuk menjamin keamanan masyarakat yang tidak ikut berunjuk rasa, sehingga mereka dapat tetap pergi bekerja, bersekolah, dan berdagang tanpa rasa khawatir.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat 99 kegiatan masyarakat yang berlangsung pada Kami, yang meliputi 73 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum serta 26 agenda aktivitas masyarakat lainnya di wilayah Jakarta dan daerah penyangga.

Untuk memastikan seluruh kegiatan tersebut berjalan harmonis, kepolisian menyiagakan 26.386 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta petugas pengamanan dalam gedung.

Personel tersebut disebar ke sejumlah titik sentral, di antaranya kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia, dan Gedung DPR/MPR.

Budi menginstruksikan seluruh aparat di lapangan agar menanggalkan cara-cara represif dan mengutamakan ruang dialog bersama massa.

Sebagai bentuk pelayanan kelancaran mobilitas warga, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang sifatnya situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan sehingga tidak mengganggu roda ekonomi dan aktivitas publik.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar memantau informasi terkini melalui media sosial TMC Polda Metro Jaya dan mempertimbangkan rute alternatif apabila hendak melintasi kawasan aksi.

"Polri untuk demokrasi. Kami hadir untuk menjaga ruang demokrasi sekaligus melindungi ketentraman aktivitas masyarakat umum. Sampaikan aspirasi dengan damai, hormati warga yang tetap beraktivitas, dan mari bersama-sama kita jaga Jakarta," pungkas Budi.