Ketika korban tiba di titik penjemputan, ia sempat menolak karena penumpang yang datang adalah laki-laki, sementara nama pemesan pada aplikasi adalah perempuan.
"Pelaku kemudian memohon kepada korban agar tetap bersedia mengantarnya ke daerah Bambu Apus, Pamulang. Di dalam perjalanan, mereka sempat mengobrol biasa," ujar Abdul Rahim.
Setibanya di TKP, pelaku meminta izin turun dengan alasan mengambil uang tunai di kontrakannya untuk membayar ongkos perjalanan. Namun, saat kembali menemui korban, pelaku mendadak beringas.
"Setelah kembali, pelaku langsung menusukkan senjata tajam berupa pisau kepada korban. AA kemudian mengambil alih mobil tersebut dan membawanya kabur, bahkan pelaku sempat berusaha menabrak korban yang sudah terluka," tambahnya.