"‎Lokasi penampungan tersebut diduga milik seorang pria berinisial A. Saat diinterogasi awal oleh petugas, pemilik gudang mengakui bahwa lokasi tersebut memang kerap digunakan untuk menampung BBM jenis biosolar," ucapnya.

Meski demikian saat pemeriksaan fisik dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan stok BBM bersubsidi karena seluruh wadah penampungan dalam kondisi kosong.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi meliputi 14 tong berkapasitas masing-masing 1.000 liter, tujuh tandon kapasitas 1.000 liter, tiga drum berkapasitas 500 liter.

"Hingga saat ini polisi terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan data lebih lanjut terkait temuan sarana penampungan berkapasitas besar tersebut," tutur Putu.