"Semoga menemukan hasil yang signifikan dan segera mengungkap pelaku serta peristiwa kejadian-kejadian ini. Kita sangat tidak mentolerir kejadian yang menimpa aktivis ataupun salah satu BEM UI ini," jelasnya.

Budi mengatakan, saat ini urutan waktu penganiayaan harus dirunut agar mengetahui siapa pelakunya. Untuk itu CCTV yang ada diolah lewat laboratorium forensik.

"Ya makanya, ini harus disusun. CCTV ini kan diolah melalui laboratorium digital forensik. Ada timeline yang harus kita lihat per jam, kita juga harus menyesuaikan apakah CCTV ini real time? Ini kan juga butuh waktu, berproses," katanya.