βKeluarga yang merasa curiga langsung berupaya melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Keberadaan sepeda milik kedua anak tersebut ditemukan tergeletak di gang belakang rumah sang tante.
Pihak keluarga bersama warga, RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Desa (LMD) setempat kemudian bahu-membahu menyisir keberadaan korban.
β"Pertama, keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share, saling share kemana-mana, tapi belum lapor ke polisi," ungkap Juli.
β"Saat itu, sudah tahu, nih, kayaknya hilang, karena sepedanya, posisi, terletak di belakang," sambung dia.
βSekitar pukul 17.50 WIB, anak pertama, KI, ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam keadaan syok, linglung, serta sempat menolak diberi minum oleh warga.
β"Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya, adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar," tutur Juli.
βKI yang mengingat alamat rumahnya secara rinci itu kemudian diantarkan oleh Ketua RT setempat kembali ke rumah. Sementara itu, sang adik, CI, baru ditemukan sehabis waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta.
βCI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat.