"Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," ujar Budi.
Sebelumnya, polemik terkait buku karya penulis Feby Indriani tersebut mencuat dan menjadi perbincangan warganet setelah sebuah acara bedah buku di Bogor dibatalkan menyusul adanya penolakan dari sekelompok organisasi masyarakat (ormas).
Berdasarkan unggahan pada akun media sosial Threads miliknya, penulis mengungkapkan ormas tersebut mempermasalahkan judul buku dan subjudul acara yang dibuat oleh panitia. Ia menyebutkan pihak penolak sempat mengancam akan membawa massa berjumlah 200 orang.