"Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue (lokasi) tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," tulis penulis buku tersebut melalui akun Threads-nya.
Di sisi lain, penolakan juga ramai disuarakan oleh warganet. Sebuah unggahan dari akun Instagram @iyuztagram tidak hanya menyoroti buku "Memburu Muhammad", tetapi juga karya lain dari penulis yang sama berjudul "Bukan Perawan Maria".
Akun tersebut menyebut kedua buku itu sebagai bagian dari serial trilogi yang dinamakan "Islamisme Magis". Warganet mendesak agar peredaran buku tersebut tidak dibiarkan karena dinilai berpotensi menistakan agama Islam serta mencegah terbitnya buku ketiga dari seri tersebut.