Wiji menekankan pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan sekolah. Guru memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan siswa sehingga dapat mengenali perubahan perilaku maupun tanda-tanda terjadinya kekerasan.
"Guru bukan hanya berperan dalam memberikan pelajaran, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Pengawasan perlu dilakukan secara baik untuk mencegah terjadinya kekerasan maupun eksploitasi terhadap peserta didik," katanya.
Selain guru, siswa perlu didorong untuk berani melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya perundungan agar persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Sekolah juga didorong membentuk pelopor pencegahan kekerasan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.
"Yang paling penting adalah membangun kepedulian bersama. Jangan sampai ada siswa yang mengalami perundungan tetapi memilih diam karena takut atau merasa tidak ada yang akan membantu," ujarnya.