NADIKABAR.COM — Keluhan soal aksi pembegalan, geng motor, balap liar, hingga minimnya penerangan jalan umum (PJU) disampaikan komunitas ojek online (ojol) dalam Dialog Kebangsaan di Kota Probolinggo. Polisi memastikan berbagai persoalan tersebut akan ditindaklanjuti untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dialog Kebangsaan bertema "Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital" itu digelar di Gedung Puri Manggala Bhakti, Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Jumat (21/8/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga kelompok keagamaan.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri hadir sebagai salah satu narasumber. Dalam forum itu, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kondisi sosial di wilayah Kota Probolinggo.

Salah satu aspirasi datang dari perwakilan komunitas Ojol Probolinggo Raya. Mereka menyampaikan keresahan terkait aksi pembegalan, keberadaan geng motor, balap liar, serta keterbatasan PJU di sejumlah titik.

Menanggapi keluhan tersebut, Rico memastikan kepolisian terbuka terhadap masukan masyarakat. Ia juga menyebut komunitas ojol selama ini menjadi salah satu mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

"Terima kasih kepada perwakilan ojol yang selama ini sudah menjadi mitra Kamtibmas dari Polres Probolinggo Kota. Saya selaku Kapolres akan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat semua, bukan hanya dari ojol saja," ujar Rico.