Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan ruang digital secara positif untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga persatuan.

"Polres Probolinggo Kota bersama seluruh unsur Forkopimda akan terus berupaya menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Probolinggo," imbuhnya.

Dialog Kebangsaan tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Di antaranya Pemuda Muhammadiyah, PMII, PSHT, PERTUNI, organisasi keagamaan, komunitas media, Senkom, ORARI, hingga komunitas pengemudi ojek online.

Selain Kapolres Probolinggo Kota, forum tersebut menghadirkan Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo Lilik Setyawan, serta Hakim Pengadilan Negeri Probolinggo Adi Putra.

Para narasumber menekankan keberagaman pandangan merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap perbedaan perlu diselesaikan melalui komunikasi, dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku.

Dengan cara tersebut, perbedaan diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu keamanan maupun persatuan masyarakat.