Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon kini masih menunggu hasil penyelidikan Polsek Waled untuk memastikan asal-usul ratusan karung beras tersebut serta bagaimana beras bantuan itu bisa terkumpul dalam jumlah besar di lokasi tersebut.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah beras bantuan tersebut berasal dari penerima manfaat yang menjual kembali bantuan yang diterimanya atau terdapat pihak lain yang terlibat dalam pengumpulan beras tersebut.
"Untuk sementara masih dalam proses penyelidikan. Belum diketahui apakah beras itu dijual oleh pihak desa atau penerima bantuan. Jadi kami belum bisa menyimpulkan apakah ini penimbunan atau bentuk pelanggaran lainnya," ujar Sudiharjo, Selasa (8/9/2026).
Menurut Sudiharjo, informasi mengenai keberadaan beras dalam jumlah besar tersebut awalnya berasal dari laporan masyarakat. Warga sekitar mencurigai adanya penumpukan beras bantuan pemerintah di sebuah warung.
"Yang melaporkan adalah tetangga warung tersebut. Ada indikasi beras di toko itu dengan jumlah sekitar 1,9 ton. Saat ini berasnya sudah dilimpahkan dan diamankan di Polsek," katanya.
Ia menegaskan, DKPP Kabupaten Cirebon belum bisa mengambil kesimpulan terkait dugaan pelanggaran dalam kasus tersebut. Terlebih, hingga kini pihaknya juga belum menerima koordinasi resmi dari Polsek Waled mengenai perkembangan hasil penyelidikan.
"Karena proses hukumnya menjadi kewenangan kepolisian, kami masih menunggu hasil penyelidikannya," jelas Sudiharjo.
Sudiharjo menegaskan, beras bantuan pangan pemerintah yang disalurkan melalui program pemerintah pusat pada prinsipnya diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi keluarga penerima manfaat.
Karena itu, apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya penerima bantuan yang sengaja menjual kembali beras tersebut, tindakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan tujuan program bantuan pangan.
"Kalau pemerintah pusat memberikan bantuan beras melalui Bulog, itu tujuannya untuk dikonsumsi, untuk dimakan. Jangan sampai bantuan yang diberikan justru dijual," tegasnya.