"Anak yang pertama lahir normal, bantuan medis, di bidan juga. Tapi yang kedua, tidak dan yang ketiga juga tidak, semua itu suaminya tidak tahu karena mohon maaf suaminya gegar otak pasca jatuh dari pohon," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi meringkus pelaku pembuangan bayi di Kemejing I, Kemejing, Semin, Gunungkidul. Pelaku ternyata merupakan seorang istri yang rumahnya hanya sekitar puluhan meter dari lokasi pembuangan bayi.
Kapolsek Semin AKP Aris Sugiyanto mengatakan setelah penemuan bayi pada tanggal 3 Agustus 2026, polisi langsung melakukan penyelidikan. Adapun dalam olah TKP tersebut polisi menemukan petunjuk adanya bercak darah yang menempel pada batu di belakang rumah perempuan berinisial JM (34), warga Kemejing I.
"Selain itu, ternyata di belakang pintu dapur rumah JM juga terdapat bercak darah," katanya kepada wartawan di Polres Gunungkidul, Selasa (1/9).