"Jadi dugaannya dua-duanya ini jadi korban. Dua-duanya sudah visum, menunggu hasil sperma di kelamin anak yang kedua. Bahkan dikhawatirkan anak saya punya spora yang mengarah ke kanker serviks," kata D.
"Anakku yang besar minum obat terus. Katanya bisa sembuh kalau minum obat, alhamdulillah sudah sembuh. Tapi disarankan untuk periksa ke dokter kandungan," lanjutnya.
D lantas kembali membuat laporan ke pihak kepolisian terkait kasus yang menimpa anak keduanya. Dia menyebut, penyidik telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk terduga pelaku.
"Kasusnya sudah bertele-tele, 2 tahun. Sama tetangga saya dikucilkan, ada yang mengira bohong. Padahal polisi sudah datang ke rumah, olah TKP, anak saya juga ditanya-tanya," jelasnya.
Saat ini, dia masih menunggu pemeriksaan lanjutan. Dia berharap, proses penyidikan dapat segera dituntaskan dan seluruh bukti diperiksa.
"Saya hanya meminta keadilan untuk anak saya. Kalau memang terbukti, saya ingin pelakunya diproses sesuai hukum," ujarnya.
D juga mengatakan, kondisi tersebut berdampak pada kedua anaknya. Dia berharap anak-anaknya mendapat pendampingan dan perlindungan selama proses hukum berlangsung.
"Saya ingin anak-anak saya aman. Anak yang pertama itu sekarang masih trauma, kalau ada laki-laki nggak nyaman, jadi pemalu. Kata gurunya sering melamun," kata D.
"Mantan suami sekarang masih di rumahnya, tinggalnya nggak jauh dari rumah saya. Pernah waktu didatangi orang kampung yang nggak terima, dia mengakui perbuatannya," lanjutnya.