Meski demikian, dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, belum ada pengaduan terkait dugaan kekerasan dan pelecehan tersebut yang diterima oleh Polres Metro Jakarta Pusat.
Sebelumnya, dugaan kekerasan dan pelecehan di SMKN 27 Jakarta mencuat setelah seorang warganet mengunggah pengalamannya melalui media sosial Threads.
Dalam unggahannya, warganet tersebut mengaku pernah menjadi siswa yang dididik oleh guru seni budaya yang dimaksud itu ketika ia masih duduk di bangku SMP.
Dia mengatakan guru tersebut memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak menghafal sejumlah materi pelajaran, di antaranya suling dan pianika.
Unggahan tersebut juga menyebutkan guru yang bersangkutan kerap mengajak murid untuk mendatangi area sepi di sekolah, hanya berdua.