Selain orangutan, tim penyelamat juga mendapati satwa lain yang terdampak. Sebelumnya, petugas menyelamatkan seekor anak beruang madu yang kemudian dibawa ke Pangkalan Bun untuk diserahkan kepada BKSDA. Satwa lain seperti kukang turut diselamatkan dari kepungan api.Brigjen Torry mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak karhutla di kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Berdasarkan pemantauan di lapangan, aktivitas satwa mengalami perubahan drastis akibat hilangnya habitat dan sumber makanan.
"Kemarin ke TNTP, orang utan di sana biasanya di tempat feeding (pemberian makan) itu jumlahnya menurun. Cuma ada 7 orangutan, padahal biasanya sampai 20-an. Ini kemana, belum ketemu. Semalam apinya juga masih membakar," ungkapnya.
Dirsatwa Baharkam Polri berkomitmen untuk terus mengawal perlindungan satwa yang terdampak karhutla. Brigjen Torry meminta jajaran Direktorat Samapta (Dirsamapta) agar permasalahan satwa liar ini ditindaklanjuti secara serius.
"Saya minta Dirsamapta agar masalah satwa itu ditindaklanjuti. Kasihan, mereka itu tidak bisa bersuara," tegasnya.