Di wilayah ini, 90% penduduknya terpapar konsentrasi ozon yang tinggi. Amerika Utara dan Eropa juga mengalami tingkat polusi yang tinggi. Hal ini memengaruhi dua pertiga dan setengah dari populasi mereka masing-masing.

Dikutip dari Noticiasambientales, gelombang panas dan emisi polutan, terutama dari transportasi dan industri, merupakan faktor kunci dalam pembentukan ozon troposfer. Kondisi kimia ini, yang diperparah oleh sinar matahari, membuat udara di banyak wilayah menjadi lebih berbahaya daripada biasanya.

Di Oseania, sebaliknya, seluruh penduduk mengalami tingkat ozon yang dapat diterima. Di Amerika Selatan, proporsi lebih dari 81% penduduk menikmati udara yang dianggap baik atau dapat diterima. Hal yang sama terjadi pada 56% penduduk Afrika.