NADIKABAR.COM — Polusi udara selama ini lebih sering dikaitkan dengan gangguan pernapasan. Padahal, udara yang tercemar juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah, terutama jika seseorang terpapar dalam waktu lama.
Partikel halus seperti PM2.5 menjadi salah satu polutan yang perlu diperhatikan. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berhubungan dengan proses peradangan serta gangguan pada sistem kardiovaskular.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut polusi udara sebagai salah satu faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular. Paparan polusi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Lantas, bagaimana cara melindungi kesehatan jantung ketika kualitas udara sedang buruk?
1. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar
Salah satu langkah sederhana adalah mengetahui kondisi kualitas udara sebelum bepergian atau melakukan aktivitas di luar ruangan.
Ketika kadar polusi sedang tinggi, terutama PM2.5, mengurangi waktu berada di luar ruangan dapat membantu menekan jumlah polutan yang terhirup.
Bagi orang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular, langkah ini menjadi semakin penting. American Heart Association menyebut pengurangan paparan PM2.5 sebagai salah satu pendekatan untuk mengurangi dampak polusi terhadap kesehatan kardiovaskular.
2. Kurangi aktivitas fisik berat saat udara buruk
Olahraga memang penting untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, ketika kualitas udara sedang buruk, aktivitas fisik berat di luar ruangan justru dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru sehingga paparan polutan ikut meningkat.