Karena itu, ketika kualitas udara memburuk, aktivitas seperti lari atau bersepeda di luar ruangan dapat dikurangi sementara atau dipindahkan ke tempat dengan kualitas udara yang lebih baik.
Bukan berarti olahraga harus dihentikan. Aktivitas fisik tetap penting, tetapi tempat dan waktunya bisa disesuaikan dengan kondisi udara.
3. Gunakan masker yang sesuai ketika berada di luar
Masker dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan partikulat udara, terutama ketika harus beraktivitas di area dengan polusi tinggi.
Namun, efektivitas perlindungan sangat bergantung pada jenis masker dan cara penggunaannya. Masker yang tidak pas atau memiliki celah di sekitar wajah dapat membuat partikel lebih mudah masuk.
Karena itu, penggunaan masker sebaiknya menjadi bagian dari strategi mengurangi paparan, bukan dianggap sebagai perlindungan tunggal terhadap seluruh dampak polusi udara.
4. Perhatikan kualitas udara di dalam rumah
Bukan hanya udara luar yang perlu diperhatikan. Kualitas udara di dalam rumah juga dapat dipengaruhi oleh asap rokok, pembakaran, debu dan sumber polutan lainnya.
American Heart Association menyebut sistem penyaringan udara dapat membantu meningkatkan kualitas udara di dalam rumah, sekolah maupun tempat kerja.
Selain itu, hindari merokok di dalam rumah. Asap rokok merupakan salah satu sumber polusi udara dalam ruangan yang dapat membahayakan perokok maupun orang di sekitarnya.