5. Tetap jaga pola hidup yang mendukung kesehatan jantung
Mengurangi paparan polusi memang penting, tetapi kesehatan jantung juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
WHO menyebut aktivitas fisik, pola makan sehat, menghindari tembakau dan menjaga berat badan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Polusi udara merupakan salah satu faktor lingkungan yang juga perlu diperhatikan.
Artinya, perlindungan terhadap jantung sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika kualitas udara sedang buruk. Kebiasaan sehari-hari tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
6. Kelompok rentan perlu lebih berhati-hati
Orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau pembuluh darah perlu lebih memperhatikan kondisi udara di sekitarnya. Lansia dan kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu juga dapat lebih rentan terhadap dampak polusi.
Kementerian Kesehatan menyebut paparan PM2.5 dapat meningkatkan risiko terjadinya kejadian kardiovaskular dan dapat memperburuk penyakit kardiovaskular yang sudah ada.
Jika muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas berat, jantung berdebar disertai pusing atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Langkah-langkah di atas mungkin terlihat sederhana, tetapi menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung di tengah kualitas udara yang tidak selalu bersahabat.