β€œOrang tua kami, KH Abdul Manaf Mukhayyar, terikat dengan visi para pendiri Gontor, asas wakafnya, hingga Islamnya yang progresif,” kata dia.

Menurut dia ini yang memikat hati pendiri sehingga seluruh anak, cucu, hingga cicitnya dikirim ke Gontor untuk menimba ilmu di sana karena kesetiaan terhadap sistem nilai tersebut.

Ia menjelaskan jejak perkenalan pendiri Darunnajah, KH Abdul Manaf Mukhayyar dengan Gontor bermula sejak 1958 melalui jaringan sahabat dan tokoh Betawi.

Sejak dikirimnya putra sulungnya, Saifuddin Arief pada Desember 1959, rantai kaderisasi keluarga di Ponorogo tidak pernah terputus selama 67 tahun.

Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 63 orang anggota keluarga besar KH Abdul Manaf Mukhayyar terdiri dari anak, cucu, cicit, hingga menantu merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

Bahkan pada peringatan Seabad Gontor tahun 2026 ini, generasi cicit keluarga tetap melanjutkan tradisi kelulusan dan sembilan anggota keluarga lainnya masih aktif nyantri di Ponorogo.

Penerapan kurikulum dan sistem pengajaran di Darunnajah mengadopsi pola Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah (KMI) Gontor yang disesuaikan menjadi Tarbiyatul Mu'allimin/Mu'allimat al-Islamiyah (TMI) tanpa mengurangi esensi pembentukan watak, disiplin, penggunaan bahasa asing (Arab dan Inggris), serta tradisi kelembagaannya.