Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH. Hadiyanto Arief menyoroti bahwa kekuatan utama yang membuat eksistensi Darunnajah dan Gontor tetap independen di mata publik terletak pada sistem wakaf dan kemandirian ekonomi.
"Kekuatan moral dan keberanian para kiai dalam menyatakan kebenaran timbul dari kemandirian," kata dia.
Ia menambahkan bahwa independensi pesantren tercapai karena tidak bergantung pada bantuan pihak luar maupun pemerintah.
Ia juga mengatakan bahwa keberadaan Darunnajah di Jakarta menjadi bukti konkret bagi masyarakat luas bahwa sistem pendidikan pesantren yang berdikari, modern, dan berkarakter tetap relevan menjawab tantangan zaman.
Kehadiran model pendidikan ini di ibu kota turut membawa dampak positif yang signifikan dalam merawat citra pesantren sebagai benteng moral dan pusat kemajuan umat yang inklusif serta mandiri.
“Pada momen peringatan seratus tahun Gontor, Pondok Pesantren Darunnajah dianugerahi penghargaan bergengsi 100 Tahun Award sebagai salah satu pesantren rintisan alumni tertua yang paling istiqamah meneruskan estafet nilai-nilai perintis Gontor di kawasan metropolitan,” kata dia.