Dalam penggeledahan itu, Diyana menuturkan polisi  membawa sejumlah barang baik inventaris Ponpes, maupun barang pribadi milik santriwati dan ustazah. Barang milik Ponpes yang dibawa berupa satu set panahan, drone, dan CCTV. Sementara barang pribadi seperti handphone, uang, hingga motor.

"Yang milik pribadi seperti tabungan santri, emas juga milik santri dan ustazahnya, itu ditempatkan dalam brangkas dibawa. Kemudian untuk kendaraan ada kendaraan pribadi milik ustazah disita. Kalau milik pondok itu ada CCTV, drone untuk kegiatan ekstrakurikuler, kemudian anak panah untuk kegiatan ekstrakurikuler juga," jelasnya.

Saat disinggung apakah ada kaitannya antara ponpes di Laban ini, dengan ponpes di Jenawi, Karanganyar, yang juga digeledah pihak kepolisian. Dia mengatakan, kedua ponpes ini berada dalam satu yayasan, namun beda pengelolaan.

Ponpes di Laban ini sudah berdiri sejak tahun 2021. Santrinya berasal dari berbagai wilayah di Jawa, dan beberapa dari luar Jawa.

"Yayasannya sama. Kalau di sini khusus putri, di sana khusus putra. Santrinya usia SMP-SMA, ada beberapa yang masih SD juga," terangnya.

Diyana berkata saat ini para santri yang sempat diperiksa sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Ia mengaku belum tahu kapan kegiatan belajar mengajar kembali beroperasi. Ia juga berharap barang-barang yang disita polisi dapat dikembalikan.

"Santri sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, untuk pembelajaran sudah tidak berlangsung untuk saat ini. Harapannya bisa kembali ke sini, dan barang-barang sitaan bisa segera dikembalikan," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menggeledah Ponpes di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo Selasa (27/10). Penggeledahan itu bersamaan dengan operasi serupa di sebuah Ponpes di Jenawi, Karanganyar.

"Itu kegiatan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh sat Reskrim Polres Sukoharjo terkait perkara pembakaran, kemudian pengerusakan, pengancaman Warung Mi Babi Tepi Sawah di daerah Grogol. Kegiatan tersebut merupakan penggeledahan, yang kita lakukan dan juga tim gabungan dari Polda Polres Sukoharjo dan Polres Karanganyar," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena, saat ditemui di Mapolres Sukoharjo, Rabu (28/10).