NADIKABAR.COM — Pemasangan portal atau Regol Ayom di sejumlah ruas Jalan Malioboro menuai sorotan setelah lansia dan pejalan kaki kesulitan melintas. Merespons hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bakal menyiagakan petugas untuk membantu membuka portal itu bagi pejalan kaki.

"(Portal) Ini uji coba. Ini baru pertama kita operasikan semuanya, kita lihat seperti apa. Kalau tidak ada uji coba, kita tidak mengetahui ada permasalahan-permasalahan apa di lapangan," kata Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Selasa (1/9/2026).

Erni menyebut, salah satu persoalan yang ditemukan yakni berkaitan dengan akses pejalan kaki. Dalam kondisi tertentu, portal perlu dibuka oleh petugas agar pejalan kaki termasuk lansia maupun pengguna alat bantu mobilitas bisa melintas.

Erni mengatakan, keberadaan petugas di setiap titik Regol Ayom menjadi bagian penting dalam penerapan sistem tersebut. Petugas nantinya dapat membuka portal ketika ada pejalan kaki yang membutuhkan akses.

"Salah satu skema yang kami siapkan adalah ketika ada pejalan kaki yang membutuhkan akses, bagian tengah portal bisa dibuka," ujarnya.

"Prinsipnya tempat itu harus dijaga karena kita mengutamakan pejalan kaki," sambungnya.

Pada jenis Regol Ayom tertentu, kata Erni, tersedia mekanisme teleskopik yang memungkinkan portal dibuka atau dinaikkan sehingga terdapat ruang untuk pejalan kaki melintas.

Dishub DIY telah menyiapkan petugas dengan sistem pembagian shift di titik-titik Regol Ayom. Penjagaan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Jogja

"Penyempurnaan Regol Ayom tetap diarahkan untuk mendukung penerapan full pedestrian di Malioboro. Komitmen kami memang harus ada untuk pejalan kaki," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita lanjut usia (lansia) kesusahan saat melewati portal di jalan sirip Malioboro, viral di media sosial. Terkait itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY berjanji akan mengevaluasinya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jogja_admin tersebut terlihat seorang lansia berusaha melewati portal berwarna hijau-kuning tersebut. Meski portal terpasang cukup rendah, lansia itu berusaha sekuat tenaga menerobos lewat bawah portal.

Lansia berkursi roda itu tampak dibantu sanak keluarga yang mendampinginya. Beberapa warga sekitar pun terlihat turut membantunya.

Tak dijelaskan kapan kejadian ini terjadi. Namun akhirnya, lansia itu berhasil melewati portal yang disebut berada di jalan Sosrowijayan itu.

"Pejalan kaki terpaksa membungkuk sangat rendah atau melompati pagar pembatas agar bisa melintas. Orang tua dan juga lansia pun kesulitan melewati. Tidak ada akses sama sekali bagi penyandang disabilitas, pengguna kursi roda pun mustahil untuk melintas," tulis keterangan dalam unggahan itu dilihat detikJogja, Minggu (30/8/2026).

"Harapan masyarakat, pihak terkait mengkaji ulang kebijakan pemasangan portal tersebut. Jika memang perlu ada pembatasan, buatkanlah desain yang tetap ramah dan bisa dilalui oleh semua kalangan," sambungnya.