"Jadi walaupun pendapatan terkoreksi dan belanja membengkak, kan ada silpa menjadi penyeimbang yang vital agar program-program prioritas daerah tetap berjalan," terang Nursalim.

Alokasi silpa sebesar Rp 431 miliar ini, tutur Nursalim, akan diarahkan langsung untuk membiayai belanja prioritas pembangunan, seperti penguatan ketahanan pangan, penanganan kemiskinan ekstrem, dan pengembangan sektor pariwisata.

"Ini juga nanti untuk penyelesaian tahap awal studi kelayakan jalan bypass port to port Lembar-Kayangan. Ini kan dibiayai daerah sebagai syarat pendanaan dari pemerintah pusat," terang Nursalim.