NADIKABAR.COM — Deputi Bidang Dukungan Kebijakan, Peningkatan Kesejahteraan, dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Eddy Cahyono Sugiarto menyebut pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai ujung tombak dalam penurunan stunting.
"Jadi, 'success story' dari turunnya stunting menjadi 19,8 persen di 2024 itu sebenarnya peran teman-teman di lapangan ini sangat luar biasa," katanya di Semarang, Rabu.
Dia mengatakan hal tersebut saat mengunjungi Posyandu 6 SPM Wijayakusuma di RW IV, Kelurahan Candi, Kota Semarang.
Dengan didampingi Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Budi Setiyono, ia melihat pelayanan yang diberikan di posyandu tersebut.
"Kami dengan Pak Sesmen sudah lihat bagaimana bisnis prosesnya, mulai mendaftar, mereka mencatat dengan akurat pertumbuhan, perkembangan, dan lain sebagainya," katanya.
Menurut dia, posyandu menjadi satu kekuatan tangguh dari akar rumput, yakni masyarakat untuk memasukkan upaya menurunkan stunting.
"Jadi, intinya ini (posyandu) adalah ujung tombak yang diharapkan mampu berkontribusi optimal di dalam penurunan stunting," katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa stunting tidak hanya karena faktor gizi, tetapi banyak faktor, seperti pendidikan hingga sanitasi lingkungan.
Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono mengatakan tantangan yang selama ini dihadapi posyandu terkait dengan pendataan.
Ia mengatakan ada enam standar pelayanan minimal (SPM) yang diberikan posyandu kepada masyarakat, namun dalam pendataan terkadang masih bersifat 'silo' atau sendiri-sendiri.
"Kita akan menciptakan satu ekosistem yang terpadu, terbuka sehingga tidak ada lagi tumpang tindih berkaitan dengan kekurangan, ketiadaan, atau ketidakmampuan masyarakat di dalam mencapai satu standar layanan tertentu," katanya.
Ia mencontohkan ketika ada anak putus sekolah akan terdeteksi langsung sehingga akan diketahui, antara lain kemampuan ekonomi dan kemampuan memenuhi standar gizi.
"Kalau itu kita jadikan satu ekosistem data, maka itu akan lebih mudah untuk kita atasi bersama," katanya.
Posyandu tersebut berlokasi di Balai RW IV Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, yang terintegrasi dengan Posyandu Lansia, Bina Keluarga Balita, Pos PAUD, Bina Keluarga Remaja, Rumah Pintar, Pos Pembinaan Terpadu.
Selain posyandu, mereka juga meninjau budi daya lele Mina Candi 3 dan melakukan Pembinaan Penyuluh Keluarga Berencana (KB)/Petugas Lapangan KB (PLKB), dan Tim Pendamping Keluarga di wilayah tersebut.