Padahal, potensi laut Indonesia sangat besar. Panjang garis pantainya mencapai 99.083 km. Menurut Kementerian KKP, pada 2025 produksi kelautan Indonesia mencapai 26,25 juta ton. Terdiri dari 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton ikan tangkap, dan 6,75 juta ton ikan budidaya.
Potensi ekonomi kelautan Indonesia yang mencakup 11 sektor diperkirakan KKP mencapai US$ 1,33 triliun per tahun atau setara dengan Rp 20 ribu triliun. Artinya, potensi yang masih belum tergali masih cukup banyak.
"Yang memprihatinkan, sebagian dari potensi itu kerap dicuri nelayan asing. Menurut Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan KKP, memperkirakan kerugian negara mencapai Rp 360 miliar di dalam satu tahun," ujar Tifatul.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengatakan bahwa masa depan Indonesia ada di laut. Ini terjadi karena hampir seluruh potensi sumber daya alam Indonesia yang ada di darat pada saatnya akan habis. Contohnya, saat ini kilang-kilang minyak yang ada merupakan hasil eksplorasi masa lalu dan usianya sudah semakin tua.
Dari sisi pangan, Riza mengatakan konsumsi protein ikan terus mengalami kenaikan. Sebuah penelitian menyatakan semakin bagus ekonomi sebuah bangsa, sumber proteinnya akan bergeser dari daging ke ikan. Pada masa reformasi, konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia sebesar 18 kg per kapita per tahun. Angka tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 50 kg per kapita per tahun.