NADIKABAR.COM — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dirumorkan meninggal dunia akibat pendarahan otak. Rumor tersebut langsung dibantah Pemerintah Korea Utara.
Dilansir New York Post dan Korea Herald, Selasa (20/10/2026), rumor tersebut langsung dipatahkan pihak Korut setelah foto-foto Kim Jong Un diunggah ke publik. Kim Jong Un tampak memeriksa sepatu dan pakaian wanita saat berkunjung ke pameran tersebut pada hari Senin.
Kim Jong Un muncul melalui foto yang diunggah media Korut, KCNA, usai rumor liar menyebar di media sosial yang mengklaim bahwa sang diktator telah meninggal dunia karena pendarahan otak.
Berdasarkan foto-foto yang dirilis, Kim didampingi putrinya, Ju-ae, dan istrinya, Ri Sol-ju dalam kunjungan itu.
Foto-foto ini muncul hanya beberapa jam setelah rumor beredar secara daring, yang menyebutkan bahwa pemimpin berusia 42 tahun itu mengalami pendarahan otak hebat, jatuh koma, dan meninggal dunia setelah dilarikan ke Beijing untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, foto-foto itu belum diverifikasi secara independen, dan belum jelas kapan tepatnya foto-foto tersebut diambil.
Saat meninjau Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 tersebut, Kim Jong Un menyatakan kepuasannya karena produk-produk yang dipamerkan menunjukkan perkembangan yang "pesat dan substansial" dalam industri ringan.
Disebutkan pameran itu menampilkan lebih dari 70.700 potong pakaian dari lebih dari 30 jenis, serta lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis, yang diproduksi di berbagai pabrik industri ringan di seluruh negeri di bawah kebijakan pembangunan daerah yang dicanangkan oleh Kim.
"Ini merupakan bukti nyata akan validitas dan vitalitas kebijakan Partai yang bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan, demi mencapai pembangunan yang serentak dan seimbang di seluruh negeri," ujar Kim Jong Un, sebagaimana dikutip oleh KCNA.
Tak cuma kali ini saja, Kim Jong Un juga pernah diisukan alami obesitas ekstrem. Ia disebut punya berat badan lebih dari 140 kilogram dan masuk kategori "obesitas ekstrem" oleh badan intelijen Korea Selatan (Korsel).
Dilansir AFP, Rabu (30/9), laporan intelijen tersebut disampaikan oleh seorang anggota parlemen Korsel, Youn Kun Young, kepada awak media pada Rabu (30/9) waktu setempat. Laporan intelijen itu juga menyebutkan bahwa Kim Jong Un merupakan seorang perokok berat dan berisiko terkena penyakit kardiovaskular.
Kesehatan Kim Jong Un dipantau secara ketat oleh dunia internasional, karena jika terjadi kematian mendadak maka akan memicu pertanyaan mengenai suksesi dan stabilitas di negara pemilik senjata nuklir tersebut.
Kim Jong Un telah sejak lama diketahui mengalami obesitas dan seorang perokok berat.
Laporan intelijen Korsel yang diungkapkan Youn, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Kim Jong Un "dikategorikan sebagai obesitas ekstrem".
"Dengan berat badan lebih dari 140 kilogram," kata Youn, mengutip informasi yang disampaikan badan intelijen Seoul kepada para anggota parlemen.
Meskipun punya "risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular", sebut Youn, Kim Jong Un tidak menunjukkan kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik, termasuk saat menaiki tangga dengan cepat.
"Dinilai tidak ada tanda-tanda masalah kesehatan, mengingat adanya pemantauan ketat oleh tim medis khusus untuknya," ucap Youn dalam pernyataannya.