NADIKABAR.COM — Kawasan Pidie Jaya kini berangsur pulih pascabencana hidrometeorologi. Pemukiman dan fasilitas umum yang sempat rusak telah selesai direhabilitasi.
Aceh - Kawasan Pidie Jaya kini berangsur pulih pascabencana hidrometeorologi. Pemukiman dan fasilitas umum yang sempat rusak telah selesai direhabilitasi.
(Foto atas) Gajah Sumatera yang ditunggangi mahout membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/12/2025). (Foto bawah) Warga bersama alat berat merapikan tumpukan kayu dan timbunan lumpur pascabencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (31/10/2026). Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat dampak besar bencana yang menerjang akhir November 2025 lalu. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
(Foto atas) Warga keluar dari pekarangan rumah yang tertimbun lumpur dan puing kayu akibat luapan Sungai Meureudu di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (13/12/2025). (Foto bawah) Warga merawat tanaman di pekarangan rumahnya yang telah dibersihkan dari lumpur dan puing kayu di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (31/10/2026). Bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tersebut mengakibatkan 184.149 unit rumah warga mengalami kerusakan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
(Foto atas) Warga melihat mobil yang berada di pekarangan Masjid Dayah Tgk Chik Pante Geulima di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (13/12/2025). (Foto bawah) Warga keluar dari Masjid Dayah Tgk Chik Pante Geulima di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (31/12/2025). Tak hanya pemukiman, ribuan fasilitas umum, kesehatan, pendidikan, rumah ibadah, hingga akses jalan dan jembatan turut rusak diterjang bencana. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
(Foto atas) Warga melihat bangunan sekolah yang rusak dan pekarangannya yang berubah menjadi aliran sungai baru akibat luapan Sungai Meureudu di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (13/12/2025). (Foto bawah) Warga melintas di pekarangan sekolah yang telah ditimbun dan direhabilitasi menjelang satu tahun bencana hidrometeorologi di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (31/10/2026). Peristiwa ini juga memaksa sebanyak 2.107.941 jiwa warga setempat mengungsi dari tempat tinggal mereka. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra