NADIKABAR.COM — Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (PP IKA UNJ) menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan atau kurikulum untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital.
"Kurikulum formal dinilai perlu menjadi instrumen pencegahan untuk melindungi anak dari perundungan siber, kecanduan gawai, paparan konten berbahaya, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)," kata panitia penyelenggara Forum Diskusi Pedagogik (FDP) Seri ke-3 Afif Yusuf di Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat.
Forum tersebut menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak sekadar bereaksi terhadap masalah, tetapi juga mampu membekali peserta didik untuk mengenali dan mengantisipasi risiko sejak dini.
Afif menilai ruang digital saat ini menghadirkan tantangan serius bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pendekatan reaktif yang baru dilakukan setelah masalah muncul dinilai tidak lagi memadai.
Selain itu, gawai di tangan anak dapat menghadirkan ancaman nyata, mulai dari perundungan siber, adiksi, hingga degradasi integritas akademik akibat AI.
"Kita butuh langkah terstruktur, kurikulum formal harus bertransformasi menjadi perisai perlindungan, dan pendidik wajib hadir sebagai kompas moral," jelas Afif.
Lebih lanjut, dia memaparkan upaya perlindungan anak di era digital harus dimulai dari lingkungan pendidikan melalui penguatan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.