"Erupsi terkadang disertai suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat," ujar dia.

Dia menjelaskan, pada 18 Agustus 2026, aliran lava mulai keluar dari kawah menuju sektor selatan dengan jarak mencapai 1.800 meter.

Kemudian pada 4 September teramati aliran lava baru menuju sektor timur laut sejauh 500 meter di atas endapan lava lama, dengan endapan mencapai 1.100 meter dari bibir kawah.

“Teramati sinar api di puncak gunung Ile Lewotolok dan saat terjadi erupsi teramati lontaran material pijar ke segala arah dengan dominan ke sektor tenggara,” ujar dia dalam laporannya.

Dia juga menjelaskan lontaran material pijar ke sektor tenggara mencapai 200–500 meter dari bibir kawah, sektor selatan hingga 200 meter, barat daya 100–200 meter, dan sektor barat hingga 200 meter.