Dari sisi kegempaan, jumlah gempa erupsi atau letusan meningkat tajam. Gempa hembusan, guguran, dan harmonik juga mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan.

Sementara itu, tremor nonharmonik, gempa tektonik, dan gempa tektonik jauh mengalami penurunan.

Badan Geologi menyatakan kemunculan gempa vulkanik dangkal dan dalam menunjukkan proses peretakan batuan akibat suplai magma dari kedalaman menuju bagian yang lebih dangkal sehingga meningkatkan tekanan pada tubuh Gunung Ile Lewotolok.

Berdasarkan evaluasi tersebut, status Gunung Ile Lewotolok tetap Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut, menggunakan masker ketika terjadi hujan abu, menutup tempat penampungan air, dan mewaspadai lahar terutama saat musim hujan.