Indah mengatakan permodalan menjadi salah satu kebutuhan utama pelaku UMKM yang selama ini dibina PPLIPI, terutama bagi pelaku usaha skala kecil yang masih kesulitan mengakses pembiayaan dari perbankan.
“Mudah-mudahan dari kerjasama ini kami mendatangkan manfaat yang besar untuk masyarakat khususnya untuk perempuan, karena di dalam kondisi sekarang semakin banyak perempuan turut serta mensejahterakan keluarganya,“ katanya.
Selain permodalan, PPLIPI juga memberikan pendampingan melalui pelatihan pemasaran digital dan pengemasan produk.
Menurut Indah, sejumlah UMKM yang telah mendapatkan pendampingan mengalami perkembangan usaha, dari yang sebelumnya hanya berjualan menggunakan laptop hingga mampu memiliki warung atau kios.
Dalam kegiatan tersebut, busana yang dilelang menggunakan bahan batik dari Batik Keris yang kemudian diolah oleh para desainer menjadi busana dengan desain yang lebih modern.
Indah mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelestarian batik dengan perkembangan mode dan selera masyarakat saat ini.
Sementara itu, Komisaris Utama Batik Keris Lina Handianto mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan ekosistem batik dan UMKM yang berada di dalamnya.